BERTANI ITU KEREN: KEGIGIHAN MAYA SCOLASTICA DALAM MELAHIRKAN GENERASI MUDA DI DUNIA PERTANIAN

 

Sumber gambar: Facebook Twelve's Organic

Petani adalah pahlawan. Pernyataan itu benar adanya, karena nyatanya manusia tidak akan hidup tanpa adanya petani. Barang-barang yang kita pakai setiap harinya ada karena kerja petani. Seperti meja, buku, pensil, pakaian dan masih banyak lagi. Bahkan makanan yang kita santap setiap harinya ada karena jasa para petani. Dibalik fakta tersebut, namun petani di Indonesia sering kali dipandang sebagai pekerjaan yang rendah, padahal peran petani sangat besar untuk keberlangsungan hidup dalam suatu negara bahkan dunia. Bekerja sebagai petani juga kerap kali dianggap sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan. Anggapan ini benar adanya, karena di Indonesia penghasilan seorang petani pada umumnya tergolong kecil dan terkadang tidak setimpal dengan usaha yang telah dikerahkan untuk terus merawat kebun atau lahan yang dipunya. Hal ini kerap terjadi tak lain karena sistem yang diciptakan oleh masyarakat luas dan pemerintah dimana pemerintah lebih memilih untuk mengimpor bahan pangan dibanding mengonsumsi pangan lokal hasil panen petani di negeri sendiri.

Sudah seharusnya, pemuda Indonesia sebagai generasi penerus sadar akan fenomena ini. Fenomena dimana kesejahteraan petani yang notabene sangat penting untuk negara sangatlah kurang. Jumlah petani di Indoenesia-pun juga kian menyusut karena pandangan yang mengatakan bahwa pekerjaan petani ialah pekerjaan rendah dan tidak menjanjikan. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan penurunan jumlah petani, dimana pemuda dengan rentang usia 16-30 tahun yang bekerja sebagai petani pada tahun 2017 sebesar 20,79 persen menyusut menjadi 18 persen di tahun 2022.  Sebagai generasi muda seharusnya kita mencari cara bagaimana agar pekerjaan sebagai petani bisa menjanjikan dan meningkat seiring dengan kemakmuran petani. Seperti yang dikukan oleh Maya Scolastica penggagas Twelve’s Organic

Maya Scolastica Boleng sebagai Penggagas Twelve’s Organic
Sumber gambar: Satu Indonesia

Maya Scolastica Boleng ialah lulusan Sastra Inggris di Unesa (Universitas Negeri Surabaya). Ia adalah orang dibalik Twelve’s Organic yang tidak hanya berbisnis di bidang pertanain namun juga gencar mengedukasi anak muda untuk bertani. Kegiatan positif ini mulai Kak Maya jalankan tahun 2008 bersama sahabatnya Herwita Rosalina atau Kak Wita. Kak Maya lahir di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya pada tanggal 11 Juni 1985. Kak Maya sudah melalui perjanan panjang hingga ahirnya berani untuk mendirikan Twelve’s Organic.

Twelve’s Organic ialah sebuah bisnis pertanian yang menghasilkan berbagai jenis buah, sayur, dan umbi-umbian untuk dipasarkan di masyarakat. Hal mengesankan dari Twelve’s Organic ialah selain menjalankan bisnis tetapi Kak Maya sebagai founder juga menjalankan program dimana beliau mengajari masyarakat terutama kaum muda untuk bertani. Keberhasilan Twelve’s Organic ini tentu telah melalui perjalanan yang panjang.

Berikut ialah perjalanan Kak Maya Scolastica menemukan passion dan meraih impiannya melalui Twelve’s Organic:


·         Langkah awal masuk dunia pertanian


        Kegiatan Kak Maya di Twelve's Organic
 Sumber gambar: Instagram Twelve's Organic


Ketertarikan Kak Maya kepada dunia pertanian sebenarnya sudah ada sejak kecil, namun diurungkan karena menuruti kemauan orang tuanya untuk mengenyam pendidikan di jurusan Sastra Inggris. Akhirnya tekadnya kembali bermula pada saat dia berkunjung ke Bali. Pada saat itu tepatnya tahun 2007 untuk mengisi liburan semester Kak Maya berkunjung ke Bali. Disanalah ia bertemu dengan guru yoga yang memperkenalkan tentang pertanian organik dan mempertanyakan mengenai apa yang telah Kak Maya dan teman-temannya lakukan untuk masyarakat dan lingkungan sekitar. Karena pada saat itu Kak Maya dan teman-temannya belum bisa menjawab pertanyaan terkait kontribusi mereka untuk masyarakat, dari situlah Kak Maya dan teman-temannya bertekad untuk bertani organik dan direalisasikan di 2008. Kak Maya dan teman-temannya yang saat itu masih bestatus sebagai mahasiswa menyewa sebuah lahan berukuran setengah hektar di kawasan Desa Telaket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto untuk mulai terjun ke dunia pertanian.

Kak Maya beserta beberapa temannya berbekal uang hasil berjualan pulsa dan gaji menjadi guru bimbel memberanikan diri untuk menyewa lahan dan bertani dengan petani yang ada di sekitar. Masa awal merintis karir di dunia pertanain tentu tidak mudah, dimana Kak Maya saat itu belum mempunyai ilmu yang cukup menganai dunia pertanian dan harus belajar melalui internet. Namun, di tahun pertamanya terjun di dunia pertanian Kak Maya dan teman-temannya harus menelan kegagalan karena panen mengalami kerugian besar, sehingga membuat rekan-rekannya memilih untuk mengundurkan diri. Modal  yang mereka kumpulkan bersama-pun ludes seketika, bahkan harus berhutang. Pada saat itu, modal yang terkumpul habis untuk sewa lahan, buka lahan, membeli pupuk, dan untuk membayar para petani yang dipekerjakan. Kegagalan ini disebabkan karena Kak Maya dan teman-temannya tidak mampu memasarkan 1,2 ton hasil panen caisim, sehingga terbuang begitu saja. Mereka juga belum mempunyai pengetahuan penuh mengenai dunia pertanian.

Setelah peristiwa kegagalan itu, Kak Maya kembali ke Bali untuk bekerja di sebuah perusahaan biro perjalanan dan pariwisata. Akan tetapi selang 6 bulan bekerja, Kak Maya membulatkan tekadnya untuk kembali bertani dan mengejar impiannya walaupun keluarganya khawatir lanataran ingin Kak Maya meneruskan karir sesuai dengan jurusan kuliahnya.

 

·     Mendirikan Twelve’s Organic

 

Logo Twelve’s Organic
Sumber gambar: Instagram Twelve’s Organic

            Setelah belajar dari pengalam sebelumnya, Kak Maya dengan berani menyewa lahan seluas 3000 hektare meter persegi untuk bertani. Dan dari sinilah pada tahun 2012  Twelve’s Organic lahir.

Kenapa Twelve’s Organic?

Berdasarkan penuturan dari Kak Maya, bisnis ini pada awalnya, tepatnya tahun 2008 bernama Kembang Organic Farm, karena pada saat itu yang menjalankan bisnis ini berjumlah 5 mahasiswi sastra inggris termasuk Kak Maya. Namun karena mereka gagal di tahun pertama, membuat beberapa teman Kak Maya mengundurkan diri. Lalu bangkit kembali sebagai second hero start bagi dua orang tersisa yaitu Kak Maya dan sahabatnya Kak Wita dengan nama Twelve’s Organic, yang memiliki kepanjangan Two Wealth Vegetables Supply Organic dengan arti “Dua Kemakmuran dari Hasil Mensuplai Sayur”. 


                          

                               Keseruan menanam sayuran bersama pengujung

                                  Sumber gambar: Instagram Twelve’s Organic

Hasil tani dijual ke supermarket lalu merambah menjadi pemasok sayur, buah , dan bumbu dapur organik ke hotel-hotel setelah setahun dijalankan, tepatnya tahun 2013. Seiring dengan berjalannya waktu Kak Maya mulai berpikir untuk memperluas pemasaran hasil taninya melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook. Dari sinilah Kak Maya mulai berpikir untuk membentuk ekosistem baru pertanian, dengan mangadakan kegiatan edukasi mengenai pertanian. Beliau menjadikan lahan pertaniannya sebagai pasar swalayan, dimana masyarakat bisa datang untuk melihat-lihat bahkan menanam secara langsung. Twelve’s Organic juga memberikan edukasi mengenai pertanian organik melalui kursus eksklusif. Hal ini dilakukan agar petani bisa lebih mandiri dan mempunyai pasar sendiri, karena fenomena yang terjadi pada petani umumnya ialah para mereka harus merelakan hasil taninya dihargai dengan sangat rendah karena permintaaan tengkulak. Untuk itu Kak Maya bertekad agar petani bisa mandiri mendobrak sistem mendarah daging yang sudah ada sejak dulu.

 

·         Tantangan selama menjalankan Twelve’s Organic

                         

                                        Kak Maya dan sahabatnya Kak Wita

                                                Sumber gambar: sinartani

    Tentu tidak mudah untuk meniti karir dari awal sebagai petani. Banyak halang rintang yang telah dilewati oleh Kak Maya. Beliau pernah direndahkan oleh keluarga terdekat dengan mempertanyakan tujuannya  bersekolah tinggi-tinggi kalau hanya untuk jualan sayur. Kak Maya dan sahabatnya juga sering dikira takut bersaing di dunia kerja.

Terhitung tiga kali Maya mengalami kegagalan dalam bisnis pertanian organik. Bahkan Maya harus menahan lapar karena tidak makan dan terpaksa berpuasa karena saldo  menipis terpakai untuk usaha pertanian organik. Seperti pada tahun 2014, uang bisnis mereka habis tinggal 1 juta karena salah  menjalin kerja sama denga orang. Namun dengan kegigihan Kak Maya dan sahabatnya, mereka kembali bangkit hingga bisa menggarap 13 kebun dengan memperdayakan 13 ibu-ibu rumah tangga dan 1 laki-laki. Total kebun yang mereka garap sebesar 1,5 hektare, yang menghasilkan 70 jenis buah, sayur, dan umbi-umbian. Seperti sawi, bayam merah, selada hijau dan merah, romen hijau dan merah, penino, kenikir, ketela ungu, kuning dan oranye. Ada pula mbote, ganyong, singkong, bayam raja, labu siam, kentang, mocaf, timun, jagung, siomak, sawi putih, brokoli, terong, tomat, pokcoy, wortel, seledri, pagoda, beetroot, kale, lemon, serai dan caisim. Sedangkan untuk bauh-buah fokus pada 4 jenis yaitu stroberi, rasberi, mulberry dan blackberry. Kini konsumen tersevbar di Malang, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Situbondo, Jakarta, Tangerang dan Bogor.


Salah satu kegiatan di Twelve's Organic
Sumber gambar: Instagram Twelve's Organic

Selain memasok ke hotel-hotel, Twelve’s Organic juga memasok hasil panen mereka ke 1200 rumah tangga yang telah menjadi pelanggan tetap. Setiap hasil panen akan dikirim ke pasar swalayan dan ke rumah pelanggan, dimana setiap pengirimian bisa mencapai 70-80 kilogram.


·        Kegigihan dan Pertumbuhan Twelve’s Organic


   Proses edukasi masyarakat dan pengujung di Twelve’s Organic
Sumber gambar: Instagram Twelve’s Organic

Setelah berjuang bertahun tahun Kak Maya mampu menumbuhkan Twelve’s Organic. Hingga sudah mampu menyewa sekitar tujuh titik lahan di Mojokerto Jawa Timur. Twelve’s Organic organik juga memiliki 25 petani sayur dan buah yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni yaitu Kelompok Petani Madani yang fokus kepada sayuran, serta Kelompok Petani Swadaya yang lebih fokus menanam raspberry dan blueberry serta pembuatan pupuk organik

 

·     Kiprah dalam membentuk petani muda



Kak Maya sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 bidang lingkungan, dan hadir di Kompasfest Navigate dalam Conference “Anak Bangsa Pembuat Perubahan”
Sumber gambar: Instagram Twelve's Organic

Dengan perjuangan dan prestasi Kak Maya di bidang pertanain mengantarkan beliau untuk mendapatkan penghargaan Duta Petani Muda Pilihan Oxfam Indonesia pada tahun 2016. Dirinya juga meraih penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Indonesia Awards tahun 2019 di bidang lingkungan. Meski begitu, Kak Maya tetap rendah ahti dan terus membuka kelas khusus bagi mereka yang ingin belajar mengenai ilmu budi daya organik, penghitungan harga, dan praktek penjualan hasil panen untuk para petani.

Semakin ke sini Kak Maya sadar bahwa jumlah petani di Indonesia makin menurun. Menurut beliau kondisi ini terjadi karena profesi petani masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat. Stigma masyarakat kerap mengatakan bahwa petani ialah pekerjaan rendahdan dan tidak menjanjikan. Berbalik dengan  hal itu justru Twelve’s Organic membuktikn bahwa bekerja di bidang pertanian bisa menjanjikan dibuktikan dengan Twelve’s Organic yang bisa penen hingga 2 kali dalam sepekan, dimana dalam sekali panen bisa mendapatkan 20kg berbagai jenis sayuran.

                           


Melibatkan anak-anak dalam berkegiatan di Twelve's Organic
Sumber gambar: Instagram Twelve's Organic

         

Kak Maya memiliki harapan besar kepada kaum muda, terlebih jika mereka mempunyai kemampuan manajemen dan komunikasi yang baik sehingga bisa mendapatkan pelanggan yang lebih luas. Bahkan berbekal besarnya passion Kak Maya dibidang pertanian selain mendampingi anak-anak muda di Pacet dan Jombang, beliau juga mempunyai mempunyai kelompok tani yang beranggotakan ibu-ibu muda.  Harapannya petani-petani muda tersebut bisa meneruskan ilmunya ke anak-anak muda lainnya.

Secara total ada 5 kelompok tani yang diajak Kak Maya untuk bertani organik. Namun hanya 2 dari 5 kelompok yang aktif dan benar-benar serius menekuni dunai pertanian dengan jumlah orang 85. Kedua kelompok itu ada di Jombang dan Mojokerto. Meskipun begitu Kak Maya tetap memberi pembelajaran dan pemahaman terhadap 3 kelompok lain yang belum serius. Kak Maya merasa gembira ketika lahir petani-petani muda mengingat pada saat awal beliau merintis karir, anak-anak muda sama sekali tidak tetarik pada dunia pertanian, bahkan membicarakan tentang pertanian mereka tidak tertarik.

           

          Merayakan hari tani bersama para pekerja yang mayoritas perempuan

                                          Sumber: Instagram Twelve's Organic


Selain bertekad besar dalam melahirkan banyak petani muda Kak Maya juga gencar dalam mengampanyekan kekuatan perempuan dalam dunia bekerja termasuk bertani. Setiap pagi beliau pergi ke kebun bukan hanya untuk sekedar mengurus tenaman tetapi juga untuk mengajar ibu-ibu petani. Meskipun pada awalnya beliau mnegalami kesulitan karena masih muda terlebih lagi sebagai perempuan yang kerap dianggap sebelah mata, tetapi Kak Maya berpesan kepada perempuan Indonesia untuk tidak pernah merasa terkendala hanya karena gender. Perempuan harus berani membuat gebrakan yang luas biasa.

 

Proses penanaman di Twelve's Organic
Sumber Foto: Instagram Twelve's Organic

Pesan Kak Maya untuk petani muda di Indonesia saat ini “ Jangan pernah ragu untuk menjadi petani, khususnya petani organic. Karena pertanian organik memiliki tiga isu penting bagi kehidupan manusia. Yang pertapa pangan, kemudian kesehatan dan lingkungan. Sehingga mereka yang rela berprofesi sebagai petani menyediakan dan mencukupi kebutuhan manusia. Karena apapun profesi yang ada di dunia pasti membutuhkan petani.”

Begitulah kisah, jerih payah dan pesan Kak Maya untuk berkarir di dunia pertanian dan melahirkan petani muda di Indonesia.

 







SUMBER REFERENSI



Wawancara secara online dengan Maya Scolastica

https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-6641489/jatuh-bangun-2-mahasiswi-rintis-twelves-organic-hingga-beromzet-puluhan-juta

https://www.kompas.id/baca/sosok/2018/05/21/maya-skolastika-mencetak-petani-muda

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/10/24/kiprah-maya-stolastika-menyebarkan-semangat-bertani-organik-kepada-pemuda

https://www.kompas.id/baca/sosok/2018/05/21/maya-skolastika-mencetak-petani-muda?status=sukses_login%3Fstatus_login%3Dlogin&loc=hard_paywall&status_login=login

https://www.kompasiana.com/novalyrushans7264/64ffc9bee1a16755d52bcec2/sosok-maya-stolastika-kisah-perjuangan-petani-milenial-yang-tak-kenal-menyerah?page=1&page_images=1

https://www.kompas.id/baca/ekonomi/2023/03/10/petani-muda-kian-beringsut

https://www.detik.com/jatim/bisnis/d-6641489/jatuh-bangun-2-mahasiswi-rintis-twelves-organic-hingga-beromzet-puluhan-juta/2

https://www.satu-indonesia.com/satu/satuindonesiaawards/finalis/petani-organik-milenial-dari-flores/

https://www.myedisi.com/sinartani/2888/7650/maya-dan-herwita-bisnis-sayur-organik-karena-cinta

 

 




Komentar